Di atas ranjang, terlihat buket bunga mawar indah yang masih segar dan terdapat kelopak bunga mawar berbentuk hati besar. Berlian menatap kagum pada desain kamar pengantin dan kamar mewah, luas milik Adrian, sangat berbeda dengan kamarnya yang berukuran kecil. Adrian melangkah mendekati ranjang sambil membuka dasi kupu-kupu di leher. "Semua wanita menginginkanku menjadi suaminya, bahkan mereka rela memberikan tubuhnya secara cuma-cuma. Kamu tahu kan alasannya?" Adrian melirik Berlian sinis. Berlian menegakkan tubuh dengan angkuh. "Aku bukan salah satu dari wanita itu. Seandainya malam itu kamu tidak membawaku pergi, tidak mungkin aku mau menyerahkan tubuhku secara cuma-cuma hanya untuk lelaki sepertimu." Adrian tertawa getir. "Seharusnya kamu bersyukur karena kamu tidak tidur dengan l

