Tiga orang CEO muda keluar dari mobil mewah mereka lalu berdiri di parkiran sambil merapikan jas dan dasi kemudian melangkah memasuki gedung perusahaan Lie. "Selamat pagi Pak," sapa satpam yang berjaga di depan pintu kaca gedung tersebut. Adrian masuk lebih dulu dari dua saudaranya yang masih berdiri di tangga masuk. Setelah Adrian masuk, Aiden menyusul dari belakang, tetapi langkah kakinya terhenti sejenak saat melihat Arshan masih mematung di luar gedung. Aiden tersenyum culas, "Siapa yang lo cari? Delima? Dia ngga akan jualan di sini lagi," gumamnya pelan. Yang dipikirkan Aiden benar, Arshan mengedarkan pandangan ke seluruh lahan parkir mencari Delima. "Katanya dia mau jualan di sini tiap hari," gumam Arshan sembari menarik dasinya. Arshan mengingat jelas ucapan Delima di pertemu

