"Papi!" Adrian berteriak kencang di dalam rumah mewah orang tuanya. "Papi!" Ia melangkah tegas memasuki ruang tengah rumah itu dengan wajah memerah karena marah. Di sampingnya, Berlian mengikuti sang suami dengan wajah tanpa dosa. Adrian melirik ke samping, "Jelaskan semuanya di depan orang tuaku! Apa yang sebenarnya kamu inginkan, kenapa kamu selalu menggangu ketenanganku!" desisnya. Berlian mengangguk santai. Tak berapa lama, Andreas yang sedang menikmati masa tua dengan bersantai di halaman belakang rumahnya, berjalan ke asal suara bersama Airin. "Papi!" Adrian duduk di sofa ruang tengah rumah itu saat melihat kedatangan sang ayah. "Ada apa kamu teriak teriak begitu di rumah ini? Ngga ada sopan santun sama sekali, kenapa kamu jadi arogan seperti ini?" cecar Andreas lalu duduk di

