Ruangan sunyi yang dingin seakan menambah keinginan Adrian untuk menikmati tubuh istrinya, ditambah, Berlian berdiri di dekatnya dengan rayuan menggoda. "Kamu yakin ngga mau melakukan itu malam ini? Bukannya aku udah halal, ngga seperti wanita di luaran sana. Ya, meskipun mereka lebih cantik dan lebih menarik, tapi mereka kan bukan istri sah kamu," ucap Berlian sambil membelai lembut lengan suaminya. Adrian mendengus kesal, masih bertahan dengan keangkuhannya, meskipun dalam hati sedang berperang menahan nafsu bira hi yang menyiksa. "Aku istrimu, Ko," ucap Berlian, mendongak, menatap suaminya sambil tersenyum simpul. Adrian tersenyum getir, "Kamu pikir aku akan tergoda dengan rayuan murahanmu itu?" desisnya dengan tatapan tajam. "Kalau kamu berpikir begitu, kamu salah, karena aku t

