Di tempat berbeda, Adrian sedang duduk bersama ayahnya di dalam kamar. Adrian duduk di sofa bersama Andreas di kamar luas dan mewah tersebut. "Besok acara yang paling sakral untukmu, kamu sudah mempersiapkan diri kan? Sudah belajar cara mengucapkan ijab kabul dengan benar?" Andreas membuka pembicaraan dengan anaknya. "Kesempatannya hanya tiga kali kan?" Adrian balik bertanya, pertanyaan yang membuat Andreas melotot tahu maksud anaknya bertanya seperti itu. "Lalu kamu ingin melakukan kesalahan? Kalau benar, Papi tidak akan tinggal diam," ancam Andreas menatap tajam. Adrian tersenyum kecil, hambar. "Hanya itu yang Papi bisa? Mengancamku setiap hari? Apa Papi sadar dengan yang Papi lakukan sekarang? Papi sudah mengambil kebahagiaan anak Papi sendiri." "Lalu apa bedanya Papi denganmu Adri

