Berlian tak kuasa menahan tangisan mendengar ancaman dari Adrian. Ia kembali mengingat ayahnya dilaporkan ke polisi oleh lelaki itu. Setelah sekian menit terdiam, Berlian menggeser tubuhnya mendekati Aiden sambil terisak menahan tangisan. "Kamu orangnya," kata Berlian sambil menundukkan kepala tak kuasa menahan air matanya. Aiden tertawa getir. "Aku? What the f*****g f**k!" Delima menoleh menatap Aiden dengan tatapan kecewa. "Aiden!" bentak Andreas emosi. Aiden berdiri, melepas genggaman tangannya. "Bukan aku yang melakukan itu Pi!" Andreas yang emosi ikut berdiri. "Lalu siapa? Berlian sendiri yang mengatakan itu!" Aiden tersenyum getir. "Aku yakin dia sedang tertekan, mungkin salah satu dari dua anak Papi mengancam dia!" Ia menoleh ke arah Arshan dan Adrian. Arshan mengangkat kedu

