Setelah menerima telepon dari ayahnya, Aiden yang tadi masih bermalas-malasan di atas ranjang langsung bergegas masuk ke kamar mandi. "Sial, ada apa sebenarnya?" gumamnya pelan. Ia menyikat gigi dengan kecepatan angin sambil melihat jam dinding. "Apa mungkin Pak Brian datang ke rumah?" Ia terus menebak-nebak apa yang terjadi di rumahnya hingga membuat sang ayah murka, pikirannya tertuju pada Brian yang memang sudah merencanakan kedatangannya ke sana. "Gue belum siap anjir," umpatnya kesal, mempercepat gerakan agar bisa secepatnya ke sana. Setelah selesai membersihkan wajah dan mandi secepat kilat, Aiden keluar dari kamar mandi berjalan cepat mendekati nakas lalu mengambil ponsel. Satu nama yang langsung melintas dalam benak, Delima. Ya, dia menghubungi Delima untuk menemaninya datang

