Setelah tangis Aline reda, Aline melepaskan pelukannya pada Kinar. "Makasih yah, Nar." Kinar mengangguk sambil mengusap bahu Aline. "Saran aku, Line. Kamu pikirin matang-matang, sekarang kamu udah mau punya anak. Misalnya kamu pilih Romi, kamu bilang dari sekarang ke Andrian. Perasaan kamu sekarang bagaimana ke dia, begitu juga ke Romi. Kalau kamu pilih Andrian kamu harus tegasin ke Romi, kalau kamu udah nggak bisa balik lagi ke dia. Pokonya kamu harus tegas, ini bukan cuman perasaan kamu aja, tapi perasaan mereka juga dan perasaan anak kamu nanti. Jadi, tolong kamu pikirin bener-bener yah, Line. Jangan sampai kamu menyesal nantinya." Aline mencerna perkataan Kinar, yang dikatakan temannya itu benar adanya. Dia memang harus memikirkan ini dengan matang, tidak boleh asal memilih. Ma

