Kenzo terkekeh geli melihat sikap Zia, gadis itu langsung berlari meninggalkannya setelah keluar dan turun dari kereta kuda miliknya. Lalu lelaki itu mengikuti langkah Zia untuk masuk ke rumah. Gadis itu sudah tak terlihat lagi. "Cepat sekali larinya?" pikir Kenzo. Ia memutuskan untuk masuk saja ke kamar pribadinya daripada memikirkan sikap aneh Zia pada dirinya. Ia melonggarkan dasi yang ia kenakan dan melepaskan tuxedo-nya, menyisakan kemeja putih yang masih melekat di tubuhnya yang gagah. Membuang jas miliknya ke sembarang arah lalu merebahkan tubuh lelahnya di ranjang berukuran king size. Ia sangat lelah, apalagi pekerjaannya menumpuk. Ia butuh hiburan, sepertinya ia harus menyewa wanita untuk menghiburnya besok, karena ia tak mungkin memaksa Zia. Kenzo sudah bertekad untuk mendek

