Bab 69

1903 Kata

"Hening, boleh, ya. Dikit aja ... sekali aja ...." Wajah Hening terasa benar-benar memerah mendengar Naka yang terus mengoceh tentangnya, tetapi rasanya begitu lega walau melihat Naka belum sadar sepenuhnya, sejak kecelakaan itu terjadi berbagai bayangan buruk terlintas di pikirannya. Kehilangan Naka dengan cara seperti itu tentu menjadi hal yang paling Hening takutkan. Dengan mata kepalanya sendiri ya melihat bagaimana Naka terpental dan terjatuh tertelungkup di aspal setelah menarik tubuhnya hingga terjatuh, sungguh jika Naka sampai tiada itu akan menjadi trauma yang begitu besar seumur hidupnya. Naka sudah di masukkan ke ruangan perawatan sekarang, hanya Hening dan Haris yang ikut masuk sementara yang lainnya hanya menunggu di luar ruangan. "Mas, Mas Naka sampai kapan kayak gini

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN