Bab 68

1857 Kata

"Naka ...." "Kak, Mas Naka kenapa?" tanya Meisya setelah beberapa saat menunggu Samuel mengakhiri pembicaraan dengan Tara. "Naka baru selesai di operasi, ada robekan di sisi samping kepalanya dan patah dua tulang rusuk," jawab Samuel, Meisya menutup mulutnya yang spontan terbuka karena tidak menyangka keadaan Naka separah itu. "Dia sudah sadar?" tanya Meisya lagi pada Samuel yang sudah melangkahkan kakinya ke kamar Abraar untuk membaringkan Qinara yang sudah tertidur lelap. "Ya belum, Sayang. 'Kan, operasinya juga baru selesai. Masih harus diobservasi lebih lanjut," jawab Samuel sambil menepuk-nepuk kaki Qinara yang menggeliat saat ia baru saja dibaringkan di atas ranjang bersama Abraar yang sudah tertidur lebih dulu. Meisya mendekat dan berlutut di samping ranjang, menatap wajah

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN