Bab 52

2067 Kata

"Boleh, 'kan, Bu?" Qinara bertanya sambil menatap Hening, kini gadis kecil itu duduk dan bergelayut di bahu Hening. Naka yang sudah berdiri tidak jauh dari mereka ikut menatap Hening dan menunggu jawabannya. "Iya, Sayang. Boleh banget, dong. Mbah Putri juga pasti senang kalau ada kamu dan Qeila di rumah," jawab Hening sambil mencolek ujung hidung mancung Qinara. "Bu, kenapa di rumah Ibu tidak ada anak kecil? Kenapa Mbah Putri tidak punya dedek bayi? Waktu itu perut Bunda dan Mama besar terus ada dedek bayi lahir." Hening melirik Naka yang menahan tawa mendengar apa yang putrinya tanyakan pada Hening. "Hem ...." Hening menggaruk pelipisnya memikirkan jawaban apa yang pas untuk pernyataan Qinara itu. "Karena, Mbah Putri sudah terlalu tua, jadi perut Mbah Putri sudah tidak bisa terisi b

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN