"Itu ... kadang kala seseorang memberi kesempatan bukan karena hatinya telah memaafkan, tetapi hanya karena ingin melihat apakah kesempatan yang diberikan bisa membuat hatinya melemah. Tetapi ternyata hadirnya Qeila tetap saja tidak bisa membuat aku memaafkan apa yang telah ibunya lakukan." Hening terdiam mendengar penjelasan Naka. "Hening ...." Wanita itu terpaku melihat Naka yang berjalan mendekat lalu bersimpuh di hadapannya menekuk satu kaki dengan satu lutut berada di lantai, agak gugup tetapi akhirnya tidak ada yang bisa Hening lakukan selain membiarkan Naka menggenggam tangannya. "Memaafkan bukan hanya sekedar berkata 'aku memaafkanmu atau aku memaafkannya'. Tetapi memaafkan adalah urusan hati, di mana hati sudah tidak lagi merasakan sakit atas apa yang orang lain perbuat pada kit

