Bab 45

1817 Kata

"Ayah ...." "Ayah ...." "Yayah ...." Ketiga anak yang tengah bermain di rumah baru Naka berlari menghampiri Naka yang baru saja tiba lelaki itu berjalan cepat memasuki rumah, lalu berjongkok untuk memeluk Qinara, Qeila dan Abraar yang berlari paling belakangan. "Pa ... pa ...." Seru Abraar saat melihat Samuel yang ternyata juga datang bersama Naka, lelaki itu merentangkan tangan lalu berpindahlah Abraar dari pelukan Naka ke dalam pelukan Samuel. "Papa ...." "Papa ...." Kini Qeila dan Qinara juga bergantian memeluk Samuel, mereka memang sudah menjadi seperti selayaknya keluarga. "Hening mana, Sya?" tanya Naka setelah ia bangun dari jongkoknya dan membiarkan anak-anaknya memeluk Samuel. "Udah pulang, tadi pas Qinara telepon Mas Naka, Mbak Hening denger, jadi dia langsung

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN