"Bye ... bye ... Tante Tara, Om dokter. Nanti ajak aku jalan-jalan lagi, ya, sama Dedek Qei juga kalau udah pulang dari rumah Eyang," ucap Qinara dengan ceria saat mereka harus berpisah di parkiran. "Iya, Sayang, nanti kalau Tante libur kerja lagi, ya," jawab Tara sambil melambaikan tangannya, begitu pun dengan Haris yang tersenyum lebar pada gadis kecil yang selalu ceria itu. Haris juga menatap Hening, sebuah senyum bahagia tidak pernah luput dari bibirnya, belum pernah Haris melihat Hening sebahagia itu dan senyum tulus Haris bukan hanya di bibir saja melainkan dari lubuk hatinya yang terdalam. "Terima kasih, ya, Tara, Haris," ujar Naka sambil menatap kedua orang itu bergantian. "Mas Naka, kayak sama siapa aja, terima kasih terima kasih segala," jawab Tara, lelaki itu terkekeh. "

