"Mama ... akhirnya Mama pulang juga, aku kangen sama Mama." Meisya yang baru saja berjalan menuju ruang kelas Qinara langsung disambut dengan pelukan hangat oleh gadis kecil yang baru saja keluar dari ruang kelas saat jam pelajaran usai. "Qinara, Mama juga kangen sama kamu," ujar Meisya sambil membalas pelukan gadis kecil itu, Abraar yang ada di gendongan Meisya terlihat gembira tetapi yang ia lakukan adalah menarik rambut Qinara sambil tertawa. "Dedek Abraar, sakit. Kok rambut Kakak ditarik?" protes Qinara sambil menciumi anak itu dengan gemas dan Meisya membantu melepaskan rambut Qinara dari tangan putranya. "Sya, kapan pulang?" tanya Hening yang baru keluar dari kelas, dia selalu menjadi yang paling terakhir keluar dari kelas itu setiap harinya setelah semua muridnya pulang. "Ba

