"Eyang Kakung!" Semua menatap pada lelaki yang berdiri di ambang pintu, lalu dengan cepat menatap Hening yang tampak mematung di tempatnya, wajah yang semula ceria penuh tawa itu kini pucat pasi menatap lelaki itu. "Mbak Erni," panggil Meisya pada wanita yang sedang berada di dapur, mengobrol dengan Mbak Fitri dan Mbak Tini. Merasa namanya dipanggil Mbak Erni langsung mendekat, dan wanita itu juga terkejut melihat siapa yang datang. "Mbak, tolong ajak anak-anak ke rumah Mas Naka aja, ya," pinta Meisya, Mbak Erni yang mengetahui ada kemungkinan tidak baik akan terjadi menggendong Abraar tanpa banyak bicara, begitu juga dengan Mbak Erni. "Sayang, kamu ikut Mbak Erni dulu, ya," pinta Meisya pada Qinara. "Kenapa, Mama? Aku mau di sini dulu, kan, Eyang Kakung baru datang," jawab Qin

