Selamat membaca ^^ Teresa terlihat begitu kesal di dalam ruangannya. Dia tak mengerti dengan sikap Manolis yang seperti itu. Memangnya kenapa jika dirinya menemani Chris? Padahal sebelumnya, Manolis sudah mengizinkannya. Ini benar-benar sangat menyebalkan bagi Teresa. Dia bergerak ke sana kemari tanpa henti. Raut wajah kesalnya masih terlihat begitu jelas. “Dia benar-benar menyebalkan!” umpatnya kesal. Hingga akhirnya Teresa memilih duduk di kursi kerjanya. Menghela napas lelah lalu mulai membuka Macbook-nya. “Lebih baik aku menulis saja,” gumam Teresa. Sementara di luar sana, terlihat sebuah mobil sedan putih baru saja tiba di depan mansion Chris. Manolis yang ada di sana segera membukakan pintu belakang mobil sebelah kanan, sedangkan Vincenzo membuka pintu belakang sebelah kiri. Sa

