bc

Santo Amore

book_age18+
840
IKUTI
11.4K
BACA
billionaire
possessive
sex
goodgirl
mafia
another world
crime
virgin
like
intro-logo
Uraian

MATURE CONTENT [18+]

BIJAKLAH DALAM MEMILIH BACAAN ^^

'SERI KEDUA DARI THRILOGY AMORE'

Crysanthos Carras, pria berusia 30 tahun ini nekad menculik wanita bernama Teresa Longobardi. Wanita berusia 28 tahun itu diculik dengan alasan wajahnya menyerupai mantan kekasih Chris yang telah meninggal tiga tahun lalu.

Rencana ini dilakukan Chris setelah berkunjung ke villa milik Enzo yang terletak di Desa Oia. Dia sadar dengan melakukan ini, hubungan kerjasamanya dengan Enzo akan berakhir dan Godfather asal Italia itu pasti akan menyerangnya.

Bagaimana kisah selanjutnya? Mari ikuti kisahnya disini. Tekan love dan tinggalkan komentar kalian ya ^^

©Widya Ayusmana

chap-preview
Pratinjau gratis
Prolog
Halo semua. Cerita Chris dan Teresa sudah bisa kalian nikmati mulai hari ini. Untuk terjemahan, kalian bisa lihat di note author ya. Selamat membaca, dan jangan lupa tap love serta komentarnya ya. Terima kasih semuanya. “Tha me pantrefteís[1], Korinna?” “Syngnómi[2], Chris. Aku tidak bisa menikah denganmu. Sepertinya, hubungan ini tidak bisa kita lanjutkan lagi.” Seorang wanita berusia 29 tahun ini menolak ajakan Chris untuk menikah. Bahkan ia mengembalikan semua barang-barang yang pernah diberikan Chris untuknya, detik itu juga, “Aku sudah mendengar semua hal tentangmu, Chris. Eíste dolofónos kai den mou arései aftó[3].” Chris terkejut mendengar pernyataan wanita yang ia panggil Korinna itu. Tubuhnya menegang sempurna sebab yang dikatakan Korinna adalah benar. Ia memang Godfather dari organisasi mafia terbesar di Yunani. Dia memang telah lama berkecimpung di dunia gelap itu, jauh sebelum dirinya mengenal Korinna. Bisnis illegal yang ia jalankan adalah penjualan obat-obat terlarang dan penjualan organ dalam manusia. Namun Chris tidak pernah sedikitpun mengatakan pada orang lain tentang pekerjaan sebenarnya. Bahkan ia menutupinya dengan cara membuka bisnis lain seperti property dan kuliner. Tidak ada yang tahu, kecuali orang terdekatnya seperti keluarganya. Jadi, siapa yang memberitahukan hal ini pada Korinna? “Kau tahu dari siapa soal ini? Apa kau sengaja mengirim mata-mata di sekitarku, Agapitós[4]?” tanya Chris yang sudah mulai tenang. “Kau tidak perlu tahu soal itu. Yang jelas, dari awal aku sudah pernah mengatakan bahwa aku tidak suka dengan mafia. Tapi ternyata, kau berbohong padaku tentang pekerjaanmu yang sebenarnya. Aku tidak suka itu,” ucap Korinna. Chris meminum ouzo-nya sambil tetap menatap Korinna. “Apa kau memiliki selingkuhan di luar sana? Sampai kau mencari tahu kebenaran tentangku dan menjadikannya sebagai alasan untuk meninggalkanku. Pragmatiká étsi[5], Korinna?” “Ya, itu benar.” Seketika tangan Chris mengepal sempurna saat mendengar fakta itu. Ternyata diam-diam, Korinna sudah mengkhianati dirinya dan berusaha mencari kesalahannya untuk meninggalkan dirinya. Ini tidak dapat dibenarkan oleh Chris tentunya. Selama ini, Chris tidak pernah sedikitpun mengkhianati cinta Korinna, meskipun dirinya selalu didekati banyak wanita di luar sana. Tapi apa balasan atas kesetiaannya ini? “Kau keterlaluan, Korinna! Den déchomai[6]!” Chris melemparkan gelas berisi minuman ouzo itu ke samping kanan, sehingga menimbulkan kegaduhan di restoran yang sedang ia kunjungi saat ini bersama Korinna. Malam yang harusnya menjadi malam spesial, kini berubah menjadi malam yang kelam bagi Chris. Betapa sakit hatinya saat mengetahui pengkhianatan ini. Biasanya, seorang bos mafia pasti terkenal dengan kehidupan bebasnya. Mereka tidak akan pernah berhubungan hanya dengan satu wanita saja. Sebagian besar dari mereka akan bergonta-ganti pasangan untuk sekedar melampiaskan napsu birahi mereka. Namun berbeda dengan Chris yang memang sangat sulit untuk berhubungan dengan wanita lain, jika sudah memiliki pasangan. Bahkan sebelum bertemu dengan Korinna, Chris tidak pernah berhubungan dengan wanita manapun. Baginya, Korinna akan menjadi yang pertama dan terakhir dalam hidupnya. Akan tetapi, harapan itu langsung dipatahkan oleh Korinna malam ini. Ini pertama kalinya dalam sejarah percintaan, Chris mengalami patah hati. Sungguh memilukan. “Poiós eínai aftós o ántras[7]?” tanya Chris. Korinna enggan menjawab pertanyaan tersebut. Wanita itu memilih diam sampai Chris kembali bertanya dengan nada meninggi, “Apántise mou[8]! Siapa pria itu?!” “Kau tidak perlu tahu,” jawab Korinna datar. “Yang jelas, kita tidak ada hubungan apapun lagi mulai detik ini dan seterusnya. Opóte, min me enochleís pia[9]. Me synchoreís[10].” “Den[11]! Prépei na peis[12]!” Namun Korinna tidak menggubris teriakan Chris. Ia terus berjalan meninggalkan pria tampan itu sendirian dan mengabaikan tatapan orang-orang yang memperhatikannya. “Óchi[13], Korinna. Kau tidak boleh meninggalkanku. Kau hanya milikku. Eísai mónos mou[14], Korinna!” *** Korinna tiba di salah satu hotel yang terletak di Santorini dan hanya menempuh waktu sekitar setengah jam dari restoran tempat ia bertemu dengan Chris. Ia masuk kedalam hotel tersebut sambil menyibakkan rambut hitam lurusnya ke belakang dan menaiki setiap anak tangga menuju lantai 3, dimana orang yang akan ia jumpai sudah menunggu kehadirannya di sana. Kamar 301 adalah kamar yang sedang dituju Korinna saat ini. Ia mengetuk pintu tersebut dan tak lama kemudian muncullah seorang pria berparas tampan dari dalam sana. Keduanya saling melempar senyum, kemudian Korinna bergegas masuk ke sana. “Apa kau sudah mengatakan semua padanya, Korinna?” tanya pria itu sambil duduk di sofa yang ada. Korinna mengangguk. “Ya, aku sudah mengatakan semuanya sesuai dengan perintahmu. Sekarang, aku ingin menagih janjimu yang akan menikahiku.” Pria itu tersenyum lalu membelai rambut Korinna yang kini duduk tepat di samping kanannya. Tatapannya begitu intens kearah Korinna. “To paírneis éfkolo, Méli[15]. Aku akan segera menikahimu, tapi bukan dalam waktu dekat.” “Tóte póte[16]? I mítra mou megalónei[17]!” ujar Korinna sedikit kesal. “Aplá irémise[18].” Pria itu terlihat begitu tenang meskipun Korinna dalam keadaan cemas. Pria berjas biru tua itu berjalan menuju meja rias kemudian menuangkan sedikit wine di dalam gelas. Kedua sudut bibirnya tertarik membentuk sebuah senyuman yang sarat akan makna. “Glýka, eímai sovarós[19]! Kalau kau tidak segera menikahiku, orang tuaku akan tahu bahwa aku sedang hamil! Mereka pasti malu dan akan mengusirku!” Pria tersebut datang membawa segelas wine, kemudian memberikannya kepada Korinna sambil berkata, “Sebaiknya, kau minum dulu. Kita akan bicarakan ini setelah kau tenang.” Dengan kesal, Korinna menerima gelas tersebut kemudian menenggaknya hingga habis tak tersisa. Gelas itu Korinna letakkan di atas meja yang berada di depannya. Tatapannya kembali tertuju pada pria yang masih sentiasa berdiri di sampingnya. “Sekarang katakan, kapan kau akan menikahiku?” tanya Korinna. “Ísos methávrio[20].” “Benarkah?” Korinna menampilkan senyum sumringah saat mendengar jawaban pria tersebut. Namun sedetik berikutnya, senyum itu menghilang mendengar ucapan berikutnya dari pria itu. “Atau tidak selamanya.” “Apa maks….” Ucapan Korinna terhenti saat kerongkongannya mulai terbakar dan seketika dirinya mengalami kejang-kejang di atas sofa. Tangan kanannya terlihat memegang area lehernya, sedangkan tangan satunya mencoba menggapai pria yang terus menampilkan senyum miring di sampingnya. “Antío agapité[21]. Tidur yang nyenyak ya. Semoga Tuhan mengampuni segala dosa-dosamu.” Tak berapa lama setelah itu, Korinna pun menghembuskan napas terakhirnya dengan mulut yang berbusa. Kedua matanya masih terbuka sambil melihat kearah pria yang sudah membunuhnya. Pria tersebut menghubungi seseorang untuk segera masuk ke kamar 301 tersebut. Botol wine yang sudah bercampur dengan racun itu segera ia buang ke tempat lain agar tidak ada yang mencurigainya. Dan selanjutnya, pria tersebut menatap Korinna sambil tersenyum puas. “Ákou[22], Korinna. Tidak ada yang bisa memaksaku di dunia ini. Kau saja bisa berkhianat dari Chris. Bagaimana nanti denganku? Kau pasti akan melakukan hal yang sama terhadapku.” Pria itu tertawa sesaat, kemudian melanjutkan ucapannya, “Jadi, sebelum itu terjadi, lebih baik kau lenyap dari muka bumi ini.” Salam literasi, Widya Ayusmana

editor-pick
Dreame-Pilihan editor

bc

Rewind Our Time

read
168.7K
bc

Just Friendship Marriage

read
515.2K
bc

Super Psycho Love (Bahasa Indonesia)

read
88.6K
bc

HYPER!

read
625.1K
bc

Sweet Sinner 21+

read
918.7K
bc

Mafia and Me

read
2.1M
bc

Air Mata Maharani

read
1.4M

Pindai untuk mengunduh app

download_iosApp Store
google icon
Google Play
Facebook