Axelina mentap langit-langit kota Bandung. Udara yang sejuk membuat siapa saja betah untuk berlama-lama di atas kasur sambil berselimut tebal. Tapi tidak dengan Exelin. Exelin memikirkan cara untuk pergi bersama sang putra. Pergi jauh tanpa ada yang tahu. Exelin sudah bertekad akan hal itu. Mungkin Exelin terdengar egois. Tapi buat Exelin, ini adalah jalan yang terbaik untuk melindungi putranya. Dia akan kembali kalau sang putra sudah beranjak dewasa. Bisa menjaga dirinya sendiri. Tanpa takut dengan bahaya yang mengancamnya. Exlin mencari buku dan juga bolpoin. Untuk menuliskan surat untuk sang suami sebelum dia pergi. Mungkin terdengar egois apa yang di lakukan Exelin. Tapi ini adalah jalan satu-satunya untuk Exelin. Exelin sudah capek dengan semua keadaan yang sedang menimpa dirinya. Dia

