Amar, Rio dan Kalf berjalan kaki menuju ke tempat makan langganan mereka saat berada di Indonesia. Bukan restoran mewah. Tapi sebuah rumah makan padang yang menyajikan berbagai macam masakan padang seperti rendang, sambal hijau dan banyak menu lain yang menggugah selera. “Makananmu tidak berubah sama sekali saat berada di Indonesia. Tidak jauh-jauh dari Rendang daging, sate sama bakso. Ujung-ujungnya aku sama Rio yang bagian menemanimu,” ucap Amar sinis. Kalf memukul kepala Amar dengan tangannya. “Teman macam apa kau ini. Temanmu sedang berada di Indonesia malah kau tidak menjamuku dengan baik,” ucap Kalf. “Memangnya kau presiden, Kalf. Aku harus menjamumu segala. Hahahaha..,” ucap Amar sambil tertawa. “Dasar kau ini. Sahabat laknat,” ucap Kalf. Amar yang mendengarnya malahan tidak

