Amar merindukan sang istri. Seharian dia harus menemani sahabatnya keliling kota Bandung untuk kuliner makanan. "Kalau sudah cepetan pulang!" perintah Amar pada Rio dan Kalf. "Baru sebentar jalan saja kau sudah pengen pulang," ucap Kalf. Amar tidak mempedulikan perkataan Kalf. Entah kenapa Amar pingin cepat-cepat pulang. Amar, Kalf dan Rio berjalan berdampingan hendak menyeberangi jalan menuju ke mobilnya. Amar duluan menuju mobil. Tiba-tiba ada mobil berkecepatan tinggi mengarah ke arah Amar. "Amar awas," teriak Kalf dan Rio. Tapi semuanya terlambat. Mobil itu menghantam tubuh Amar. Amar terpental sampai di pinggir jalan. Rio dan Kalf berlari ke arah Amar. Kepala Amar terbentur jalan. Kalf dan Rio benar-benar sangat khawatir. "Amar... bangun," ucap Kalf dan Rio secara bersamaan. Sa

