Mulai kesal.
"Dan tak terasa hari sudah mulai gelap pekerjaan kami pun sudah selesai.
"Mil, gue pulang duluan ya udah di jemput nih,"pamit milka", iya gue juga juga pulang duluan ya udah di jemput juga nih"kata fika sembari melambaikan tangan. aku pun hanya menjawab dengan anggukan sedangkan aku sendiri belun di jempu sama suami, aku yang yang biasa menginap di mes pabrik pun santai meski teman_temanku sudah pulang semua. pabrik tempat kerja ku ini juga berdempetan dengan rumah bos ku, aku yang dulu anak perantauan sudah biasa tinggal di mes pabrik, dan seneng juga memiliki bos yang baik dan perhatian. mereka menjamin makan ku dengan baik, jika aku sakit mereka juga bertanggung jawab membawaku ke dokter, dan tak terasa sekarang aku sudah menikah dan memiliki suami yang satu kota dengan tempatku bekerja walau rumahnya agak jauh dari pabrik tempatku bekerja. tiba_tiba lamunanku pun buyar saat fiki teman laki_laki yang juga bekerja disini memanggilku karna suamiku sudah menjemput ku, aku pun mulai turun dan keluar menemui suamiku.
"Sayang, abis dari mana sih kok baru jemput, "tanyaku sambil aku menghampirinnya.iya maaf sayang tadi abis bantuin ke ladang"jawab suamiku.
Sesampainya di rumah aku pun mulai ikutan gabung bersama keluarga suamiku yang lagi kumpul sambil nonton televisi, beberapa hari ini yang sku rasakan mereka semua baik dan perhatian, tapi setelah beberapa bulan suamiku masih juga belum bekerja aku pun mulai menyuruhnya mencari pekerjaan, karna aku pun mulai kesal tiap harinya dia slalu minta uang 50rb, aku gak tau buat apa uang itu, yang jelas aku jadi kesel karna gajiku di pabrik kecil hanya 52rb + bonus 100rb jika masuk ful satu minggu, itu saja sudah lumayan bagiku, karna aku hanya tamatan sd jadi sulit untuk mendapatkan pekerjaan di zaman sekarang ini.
"Sayang , coba aja cari kerjaan kemana gitu biar entar klau kita dah punya anak kamu dah punya penghasilan"usulku pada suamiku.
"iya, entar aku cari kerjaan, lagian belum ada yang ngajak kerja biasanya juga pada ngajak kerja sayang"jawabnya dengan santai.
"Yank, gajiku gk seberapa kalau kamu terus meminta uang padaku gimana dengan aku sendiri kalau uangku habis cuman buat kamu kluyuran gk jelas kayak gitu aku kan juga pengen kasih sedikit untuk orang tuaku"jawabku.
"Aku gk kluyuran yank, lagian buat apa kasih ke orang tua udah punya suami kok ya sekarang itu uang kamu buat aku kan aku suami kamu lagian aku cuman mancing doang kok"jawabnya. itu sama aja yank, kan cuman main ama teman kenapa gak coba aja cari kerjaan gitu biar kamu bisa punya penghasilan!,iya entar aku usahain cari kerjaan"jawabnya.
Aku pun jadi mulai merasa kesal dengan tingkah suamiku itu, yang gak mau usaha cari kerja biar dia dapat penghasilan, lagian doyan ngerokok tapi kok malah susah di suruh cari kerjaan, lagian kalau gak usaha cari mana ada kerjaan datang sendiri.
Setelah beberapa bulan kemudian akhirnya suamiku dapat pekerjaan juga, walaupun pekerjaan itu di luar kota, aku pun memutuskan untuk menginap di mes pabrik seperti dulu waktu aku sebelum menikah dengan suamiku itu.