Hamil.

406 Kata
"Beneran boleh? abis anaknya pengen banget panggil ayah nih katanya" jawabku sambil terus tertawa. "Iya boleh istriku cayank, emang dah hamil kok ngomong nya gitu?, iya nih baru telat 2hari aku tes udah garis 2 aku coba tes lagi tetep garis 2 yah"jawabku. "Bu, aku hamil, kapan periksa ke bidan?belum periksa bu, aku cek pakai tes kehamilan hasilnya positif. "Buruan bawa ke bidan, terlihat jelas ibuku tersenyum mendengar kabar aku hami. iya anak ku ini adalah cucu pertama ibuku, kalau bapak ku cucunya sudah banyak sih, karna bapak ku sebelum menikah dengan ibuku dia pernah menikah dan punya anak 3. "Pak, anterin periksa kandungan? iya aku anterin, pakai baju yang tebel lengan panjang di luar udaranya dingin banget nak. "iya pak, udah nih aku pakai kaos dengan setelan celana kain tak lupa pakai jaket,karna di daerah pegunungan kayak gini kalau malam angin nya kenceng banget di tambah hawa dingin yang menusuk sampai ke tulang. Sesampainya di tempat tujuan aku pun langsung menunggu antrian karna hari ini lumayan antri ada yang mau periksa kandungan. "Timbang dulu, "titah dokternya sambil dia menerima buku KIA yang aku bawa. "Iya bu ini 45kg bu, "berat badanku naik 2kg, banyakin makan yang bergizi lagi ya, klau doyan s**u di tambah minum s**u ya ini berat badannya udah bertambah, "kata bidanku. Awal hamil berat badan ku hanya 38kg, kurus banget sih tinggi badan hanya 140cm, ya bisa di bilang aku kecil mungil lah. "Mel, gimana tadi kata dokternya?, tanya ibuku seperti penasaran dengan hasil aku periksa kandungan hari ini, karna setiap hari badan ku sering lemes, sering pingsan hampir tiap hari, padahal makan semenjak hamil sehari aja sampai 5 kali, doyan makan tapi gak gemuk_gemuk. "Kata dokternya, bayinya sehat kok bu. "Alhamdulillah kalau sehat mel, mending sekarang kamu istirahat dah malem. "Iya mbak, istirahat biar calon keponakan aku sehat,"sahut adek ku yang tiba_tiba ada di belakangku. "Iya om ini mau istrhat,"jawabku sambil cengingisan. "Iah kok om sih," masih muda gini di panggil om, emang wajah gua udah kayak om om apa?.. "nah trus mau di panggil apa coba kalau bukan om?,"tanyaku sambil terus tertawa. "Iya deh gpp di panggil om, lagian entar keponakan aku pasti bangga punya om fadil yang keren kayak gini. "Yaudah om fadil yang ganteng dedek kecil dah ngantuk mau bobok dulu,"kataku sambil terus tertawa melihat ekpresi adek ku itu. "masih muda gini udah di panggil om om gimana sih,"jawabnya seperti tak terima saat aku memanggilnya dengan sebutan om.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN