Acara sederhana yang mereka sebut barbeque party telah usai. Perut sudah kenyang. Mata pun mulai lelah. Pemandangan indah kembang api yang menghiasi langit malam Cisarua juga akan menjadi kenangan. Kebersamaan dua belas pemuda-pemudi. Interaksi kecil namun sangatlah berkesan. Dari tempatnya, Kafka tersenyum. Bukan karena alunan nyanyian merdu Vivian yang diiringi petikan gitar dari Satria. Bukan pula karena banyolan Bima dan Hanif yang selalu mengundang tawa. Hanya karena dia yang duduk di sana. Dengan sekotak s**u UHT rasa stroberi di tangannya. Dialah penyebab utama merekahnya senyuman di wajah Kafka detik itu. Di sana, Olivia bersandar ke lengan sofa. Duduk di sebelah abangnya. Merengut manja karena Ghifari yang sempat memicingkan mata padanya. Pertanda kesal. Dia menyibukkan di

