21

1384 Kata

            “Selamat untuk pertunangannya,"             Nada suara dingin dari Chef Adnan menghentikan aktifitasku yang sedang membersihkan sayuran. Aku menatap chef Adnan yang sudah 2 minggu ini bersikap dingin bahkan menjarak padaku.             “Makasih Chef.”Jawabku pelan.               Chef Adnan mengangguk dan meninggalkanku yang masih terpaku menatapnya.             “Kayaknya si Chef masih patah hati sama lo,”Ucap Alfa yang tanpa kusadari sudah berada di sampingku.               “Lo ngagetin gue ih!”Protesku memukul lengannya.             “Lo serius mau nikah? Yakin enggak sama chef? Bukannya lo udah lama naksir sama chef."             “Sok tau lo!"             “Bukannya sok tau tapi emang kenyataan,”Sergah Faza yang kini berada di sebelah kananku.             “Kalian k

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN