Menikah bagiku merupakan moment yang aku tunggu sejak umurku menginjak 22 tahun. Melihat kedua saudaraku, sahabat dan saudara menikah tentu membuatku ingin segera merasakannya. Ketika umurku sudah menginjak usia 26 tahun, aku mulai pasrah mengenai jodohku yang tak kunjung hadir. Hati terdalamku begitu mendamba untuk segera berkeluarga, apalagi jika setiap acara keluarga kamu selalu dibandingkan oleh kedua saudara perempuanmu, paham kan perasaaku? Tetapi, menikah dengan laki-laki yang bahkan aku sendiri segan memikirkannya tak pernah terbayangkan akan terjadi. Satria, si ketua osis dambaan satu sekolahku kini dalam hitungan menit akan menjadi suamiku. Teman hidupku. Jika ditanya bagaimana perasaanku, tentu dengan lantang aku bahagia. Namun di sisi terdalam

