Begitu sampai rumah, Fara bergegas membersihkan diri. Dia tersenyum-senyum ketika mengamati sebungkus pembalut yang ada di tangannya. “Nggak kebayang pria jutek itu bisa beli barang cewek ginian, ginian, ginian.” Mata Fara melihat pembalut, celana dalam dan bra yang dia pakai. Dia pun menggelengkan kepala, melanjutkan untuk memakai pakaian yang juga dibelikan untuknya. “Eh, tunggu. Kenapa yang dia beli bisa pas semua gini?” gumam Fara, merasa pakaian dalamnya tidak terasa menggigit atau longgar. Fara keluar dari kamar mandi lalu menjemur baju yang telah dia cuci. Dia melihat Sagara duduk bersama dengan temannya, Ethan. Fara berinisiatif membuatkan mereka cemilan sebagai tanda terima kasihnya pada kedua pria itu. Ethan melirik ke sekelebat langkah Fara dari kamar mandi ke dapur. D

