Keesokan harinya. Alarm berbunyi sudah lebih dari lima kali sejak jam setengah tujuh, tapi baik Alea maupun Siska masih terkapar di kasur. Pukul tujuh kurang sedikit, mata Alea mendadak terbuka. Ia menatap jam dinding dan langsung berteriak. “Siskaaa! Kita kesiangan!” serunya panik sambil mengguncang tubuh Siska yang masih pulas. Siska menggeliat, sambil mengusap matanya dengan malas. “Hah? Apaan sih, Al?” “Kita kesiangan! Udah jam tujuh! Aku nggak mau telat, Siska!” Alea segera berlari ke arah kamar mandi. Siska yang akhirnya sadar, ikut terbangun dengan panik. “Ya ampun, kok bisa kesiangan. Alea, aku kan yang pertama mandi! Aku dulu!” teriak Siska sambil melompat dari kasur dan menyusul Alea yang sudah setengah jalan menuju kamar mandi. “Mana bisa! Ini rumahku, aku duluan yang man

