Pulang dari restoran malam itu, suasana di rumah terasa sunyi. Alea mencoba mengalihkan pikirannya dari sosok Anggun, tapi perasaan insecure mulai merayap di benaknya. Di depan kaca kamar mandi, Alea menatap bayangannya sendiri. Rambutnya digerai, wajahnya polos tanpa riasan, dan pakaiannya sederhana. Dia merasa jauh dari kata cantik atau menarik, apalagi jika dibandingkan dengan Anggun yang elegan, berkelas, dan tampak sempurna tadi malam. Saat Kendra sudah tertidur pulas di tempat tidur, Alea diam-diam menumpahkan air matanya. Dia berusaha tidak bersuara agar Kendra tidak terganggu. Namun, isakan kecil tetap terdengar. Kendra yang awalnya terlelap, perlahan membuka matanya, merasa ada yang berbeda. “Kamu nangis?” tanya Kendra dengan suara berat karena masih setengah sadar. Alea buru-b

