Setelah meninggalkan pemakaman, Kendra memutar arah mobil, bukannya pulang ke apartemen. Alea yang duduk di kursi penumpang menatapnya bingung. “Kita mau ke mana, Ken?” tanyanya dengan suara lelah tapi penasaran. “Pantai,” jawab Kendra singkat, tanpa mengalihkan pandangan dari jalan. “Pantai?” Alea mengernyitkan dahi. “Kenapa tiba-tiba?” Kendra tersenyum tipis. “Kamu butuh udara segar, Alea. Setelah pagi yang emosional, kita santai sebentar, oke?” Alea hanya bisa mengangguk, meski hatinya sedikit berdebar. Pantai terdengar seperti tempat yang menyenangkan, terutama dengan cuaca cerah hari itu. --- Setibanya di pantai, suara deburan ombak menyambut mereka. Angin sepoi-sepoi yang membawa aroma laut langsung membuat Alea merasa rileks. Kendra keluar dari mobil, kemudian membukakan pint

