Memang benar apa kata orang.. cinta itu buta, apa saja serasa indah dan cocok.. waktu itu semua perhatian kecilnya serasa sangat menyenangkan dan membuat hati berbunga bunga, selalu menyempatkan diri menelpon dari tempat kerja, makan siang kadang disempatkan untuk makan bersama, pulang kerja juga selalu mampir ke rumah walaupun hanya sebentar. Week end selalu menyempatkan diri untuk pergi berdua walaupun hanya keliling dan mencari tempat makan baru. Kadang kadang aku akan mengajak dia untuk mengajak orang tuanya pergi jalan bersama karena aku bisa menggunakan kendaraan roda empat milik keluarga ku.. tapi sebenarnya aku sadar kalau diri ini belum diterima dari pihak keluarga nya karena berbeda suku bangsa dan bahasa. Setelah bekerja sekian lama dia pindah ke perusahaan lain. Itu pun karena akhirnya dia berani meninggalkan zona nyaman dia di Perusahaan yang lama..di perusahaan yang baru dia mendapat fasilitas kendaraan walaupun dia sering mengeluhkan jika pimpinan nya suka plin plan karena tipe orang yang suka dengan penjilat.. tapi aku mengatakan jika memang tidak berbuat salah dan posisinya sudah bagus mending mempertahankan pekerjaan
.kecuali jika sudah ada peluang pekerjaan lain. Aku yang juga mendapat kesempatan pindah ke perusahaan asing pun mendapatkan gaji yang lebih besar dari dia.dan aku menggunakan kesempatan ini untuk mempromosikan dirinya untuk bekerja freelance di perusahaan tempat aku bekerja, dia awalnya menolak tapi aku bilang jika ada kesempatan untuk menambah penghasilan kenapa ditolak lagipula hanya sebagai freelance sehingga tidak menggangu jam kerja dia dikantornya.jika ada pekerjaan yang harus dikerjakan dia bisa hanya datang mengambil dokumen dan mengerjakan dirumahnya dan akan ku bantu. Akhirnya dia pun menerima pekerjaan itu.
Setelah sekian lama kami dekat aku pun. Isa meyakinkan dia untuk berumah tangga, dia pun membicarakan hal ini dengan orang tuanya, namun orang tuanya selalu menunda bunda entah karena aku yang berbeda latar belakang atau alasan lain.tapi mereka selalu bilang takut terjadi keributan dengan mantan pacarnya dulu. Sehingga membuat alasan jika tidak ada tanggal bagus untuk melangsungkan pernikahan.. alasan klise banget. Tidak lama kemudian keponakan nya ternyata memiliki rencana untuk melangsungkan pernikahan juga,akhirnya karena harus memberikan tanggal pernikahan untuk keponakan nya alias cucu dari ayahnya, makan kami pun mendapatkan tanggal pernikahan juga karena jika keponakannya menikah duluan maka kami harus menunggu lagi karena tidak mungkin waktunya berdempetan. Akhirnya kami memilih tanggal duluan namun dari tanggal yang diberikan kami hanya memiliki waktu kurang dari 3 bulan untuk persiapan. Untungnya saya memiliki banyak kenalan, mulai dari kue pengantin teman kuliah ku yang membuatnya dan dia dengan baik hatinya memberikannya sehingga kami tidak perlu membayarnya, untuk baju pun aku mempunyai kenalan salon pengantin dan dia memberikan baju yang terbaru hanya perlu sedikit merombaknya karena dia menjahit sendiri, untuk makeup aku mempunyai. Salon sendiri jadi pegawai ku yang akan mengurus muka dan rambutku, juga untuk makeup seluruh keluarga ku dan keluarga nya. Semua dikerjakan secara kilat dan mandiri tanpa bantuan orang lain..
setelah bersibuk sibuk ria dengan segala pernak pernik pernikahan, souvernir kami hunting sendiri untungnya aku sebelumnya sempet membuat gantungan kunci dari manik manik, karena niat awalnya jika menikah aku ingin souvernir nya buatan sendiri, tapi karena mendadak dapat tanggal pernikahan dan dikejar waktu jadi tetap sebagian harus dibeli juga undangan juga dicetak sesegera mungkin dengan memilih undangan yang nantinya tidak akan dibuang orang setelah tanggal pernikahan kami menjatuhkan pilihan pada undangan yang berbentuk kalender meja, jadi paling tidak undangan kami akan bertahan selama hampir setahun. untuk masalah hantaran lamaran pun kami sendiri yang mencari dan menyiapkan, orang rumah semua hanya tau beres.. tidak pakai acara dipingit karena kami berdua sangat sibuk dengan waktu yang mepet. apalagi pada saat mencari tempat untuk resepsi pernikahan, awalnya aku menginginkan menikah di hotel tidak usah hotel yang bintang 5 yang mewah, tapi cukup hotel bintang 3 asal memiliki ruangannya yang cukup luas. karena selain kesannya mewah juga biasanya akan mendapat bonus kamar.. ternyata hal ini hanya angan angan karena calon mertua ku tidak setuju jika resepsi nya diadakan di hotel.. aku langsung memberikan opsi ke 2 yaitu melaksanakan resepsi di gedung.. ternyata juga tidak disetujui oleh calon mertua ku..aku langsung kesel dan mendesak calon suami ku untuk bertanya mengapa semua opsi yang diberikan selalu ditolak..ternyata mertua memberikan alasan kasian nanti tamu tamu undangan mertua ku akan kesulitan mencari tempat resepsi nya jika diadakannya di hotel atau di gedung, karena menurutnya biasa keluarga mereka dan sanak famili nya jika melaksanakan resepsi pernikahan akan melakukan di restoran.. dan mereka sudah mempunyai restoran favorit.. langsung saja aku bilang pas calon ku untuk mengecek ketersediaan tempat pada tanggal akan dilaksanakan resepsi, ternyata Tuhan masih sayang karena ternyata pada tanggal tersebut pada saat kami menelpon masih ada 1 waktu.. tanpa dipikir langsing ku booking jam yang tersedia, dan bilang hari itu juga aku akan ke sana untuk bayar DP dan memilih menu.
ke esokan harinya kami memberikan kabar kepada calon mertua bahwa tempat pilihannya sudah kami booking, dan dia meminta dipindah jam nya pada saat kami confirm ulang ternyata tidak bisa dirubah karena sudah full bookingan untuk tanggal tersebut. alhasil kami tetap pada pilihan jam semula