awal kehidupan
Namaku Sinar, aku anak tengah dari 6 bersaudari, kami hidup dibesarkan dalam keluarga yang bercerai, ya.... mama berpisah dari papa. Papa selalu menuduh mama berselingkuh, mempunyai kekasih, padahal mama tidak pernah mempunyai kekasih selama mama hidup belasan tahun dengan papa, mama sampai melahirkan sebanyak 6x hanya karena anak anaknya semua perempuan dan papa mengharapkan anak laki laki..
Tapi walaupun begitu papa tidak pernah lalai akan tanggung jawab nya kepada kami anak anaknya walaupun kita semua anak perempuan, dia membuat kami kuat, karena papa akan marah jika mengetahui anak-anaknya takut dengan hal hal yang sepele, seperti binatang kecil atau apapun itu, bahkan mendidik semua anaknya menjadi pemberani dan tidak tergantung kepada orang lain..
Papa tidak pernah sama sekali main tangan dalam mendidik anak anaknya, tapi sekali papa bicara maka kami semua akan takut dan tidak berani membantah.
Pada saat papa dan mama berpisah semua anak anak tidak ada yang ikut mama, karena papa bilang kalo sudah ikut tinggal dengan mama tidak akan bisa bertemu lagi dengan papa, dan entah bagaimana kami semua anak anaknya bisa mempunyai pemikiran jika ikut tinggal dengan papa maka kita bisa dengan sembunyi sembunyi menemui mama.
Dan hal itu kita lakukan secara berkala, kadang dengan alasan membuat tugas sekolah di rumah teman, karena jika bukan urusan sekolah tidak pernah kami main diluar, bahkan tidak diperkenankan bergaul dengan tetangga sebelah rumah, bahkan ke rumah saudara sendiri juga harus sembunyi sembunyi.
Tapi semua itu menjadikan kami semua anak yang mandiri dan berpikir cepat. bagaimanpun juga kami semua bangga dengan papa yang dengan tanggung jawab nya bisa mendidik dan menyekolahkan semua anak anaknya sampai ke jenjang sarjana.
Papa sempet mempunyai beberapa kali mempunyai teman deket perempuan, tapi pada saat mereka dibawa ke rumah untuk dikenalkan kepada kami, akhirnya mereka tidak jadi menikah, mungkin calon istrinya takut melihat papa sudah mempunyai 6 orang pengawal perempuan yang selalu pasang tampang sangar.
dulu waktu kami masih sekolah kami selalu membantu mama untuk membuat roti yang akan mama jual disekolah kami pada saat mama menunggu kami pulang sekolah, kami juga sering makan seadanya, pernah beberapa kali mama membeli satu lauk untuk dimakan secara keroyokan, tapi karena papa giat dan tekun juga rasa tanggung jawab nya besar pada saat papa berpisah dengan mama, papa berhasil bangkit dan mengumpulkan pundi-pundi uang, dari yang tidak punya apa-apa karena sering ditipu saudara papa, dan pada meminjam uang pada papa tanpa ada pengembalian, akhirnya papa bisa mempunyai motor dan 2 buah mobil sedan walau bukan sedan mewah, dan rekening tabungan yang lumayan, anak-anaknya bisa sekolah tinggi tanpa harus bingung membayar SPP dan uang semesteran.
Papa juga jadi sering membeli perhiasan untuk anak anaknya, tapi harus ada yang kami korbankan, kami semua harus menurut dan membuat papa bangga. sampai makan saja papa sangat rewel, tidak mau masakan pembantu, dia selalu mau anak anak yang masak.
Pulang sekolah atau pulang kuliah harus langsung pulang, yang lucu sampai kami tidak berani bilang kalau sakit, lebih baik kami sembunyi di rumah mama daripada bilang papa kalo kami sakit, jadi ijin berangkat ke sekolah padahal tidak sekolah melainkan sembunyi di rumah mama.
Belajar mengendarai motor dan mobil, papa sendiri yang turun tangan mengajari kami sampai bisa .Aku anak tengah yang menurut kakak kakakku paling disayang papa dan aku juga merasakan karena semua permintaan ku dituruti, mungkin karena permintaan ku juga masih standard, ya sampai sampai waktu aku ingin kuliah perhotelan dan menjadi tour leader tidak di ijinkan karena papa takut jika nantinya aku akan ijin kerja diluar negeri terus, dan sebagai gantinya aku boleh mengambil kuliah yang lain bebas asal tidak jadi tour leader.
dongkol tapi tetap menurut, aku kuliah di universitas komputer cukup terkenal di Jakarta. Dan setelah kuliah tahun kedua aku memutuskan sambil bekerja, di ijinkan papa sal nilai tetap bagus, aku kemudian kerja di satu kantor kecil yang lokasinya deket rumah biar tidak terlalu cape, ternyata benar karena papa tidak pernah mau terima alasan aku kerja atau sibuk, dia tidak akan makan siang kalo aku tidak pulang ke rumah buat makan sama papa.
Dari pada papa sakit setiap siang aku pulang buat siapin papa makan, kemudian balik kerja kembali, untung bos ku baik tidak pernah complain. Dan aku juga harus ijin jika papa mau ke bank karena papa menjadikan aku sebagai wali nya untuk urusan perbankan, jadi harus aku yang pergi ke bank untuk urusan uang papa.
Disaat aku bekerja temanku ada yang mulai sering telepon hanya untuk nanya kabar, akhirnya makin intens dan hampir setiap hari kami telpon untuk mengucap hello, dan mengingatkan untuk makan. Dia mulai berani main ke rumah walaupun masih bersama temannya, setelah beberapa kali akhirnya dia baru berani datang sendirian, dan bilang kalo selama ini dia datang untuk mengantarkan temannya bertemu aku katanya pemalu.
mendengar jawaban dari dia yang mengatakan bahwa dia hanya mengantar temannya ke rumah untuk mengadakan pendekatan kepada ku, langsung terkejut dan tertawa karena tidak percaya sama sekali, secara kami tidak berteman akrab dan jarang bicara baik dulu ataupun sekarang.
dan karena aku tidak percaya aku tidak menanggapi nya dan biasa saja dalam bersikap, belum ada tersirat sedikitpun untuk menjadi kekasih nya karena tau dia sudah memiliki kekasih.
tapi seperti biasa teman dekat bisa menjadi teman luar biasa, jika selalu curhat dan memberi perhatian, tapi masih sadar diri karena tidak mau jadi perebut kekasih orang.