"sudah makan siang belum? nanti sakit Lo, jangan lupa minum air putih yang banyak karena kita selalu duduk pada saat bekerja, biar tidak kena sakit ginjal. bahaya tau.. " ujar ku pada saat kami telpon di saat istirahat siang kantor. Ya hampir setiap hari kami saling bertelepon telponan, secara handphone adalah barang mahal tidak semua orang punya, walaupun aku sendiri sudah lama memilikinya.
sebenernya kami sudah saling mengenal sejak masa sekolah SMP, kami satu sekolah tapi beda kelas, aku dikelas A yang kata orang orang adalah kelas anak anak pintar, sedangkan dia nama nya adalah Romi , dia pada saat sekolah ya seperti anak anak lainnya, kami beda kelas, dia di kelas D, kalo kata orang kayak kelas buangan.. jadi antar kelas saling tidak berbicara seakan akan ada gap, malah kayak saling bermusuhan antar kelas apalagi jika ada pertandingan antar kelas.
naik ke jenjang sekolah atasnya lagi ternyata kami kembali bersekolah ditempat yang sama, padahal aku sudah pindah sekolah, dan ternyata kami sekarang satu kelas. kami berteman biasa, dan bicara secukupnya.
saat itu aku tidak ada perasaan sama sekali dengannya, hanya bicara soal pelajaran, soal organisasi, karena kami masuk kedalam oganisasi sekolah dan mengurus kepentingan majalah sekolah, selain hal tersebut kami bergaul seperti dengan teman yang lain. saling meledek, brlercanda tanpa ada rasa beban apapun, padahal
banyak teman cewek disekolah yang berteman akrab dengannya, sampe dia dikatakan suka tebar pesona, dan aku tetap tidak perduli karena bukan tipeku.
pada saat melanjutkan ke universitas ternyata kami kembali dipertemukan di universitas yang sama cuma beda jam aku ambil pagi hari dia ambil kelas malam karena dia kuliah sambil bekerja.
pada saat bertemu di kampus ternyata dia sudah memiliki pacar lain lagi, bukan teman satu sekolah, aku cuek saja, kami tetap berteman biasa, sampai akhirnya kami suka telepon telepon an dan saling curhat
sering berjalannya waktu, kami makin dekat, tapi aku sering bilang nanti pacarmu marah Lo... dia cuma ketawa... yang tanpa aku sadari ternyata hubungan mereka sudah mulai bermasalah, pada saat aku berulang tahun seperti biasa dirumah papa mengharuskan kami buat makan keluarga bersama atau kami makan diluar bersama. hari itu kami makan bersama di rumah tau. tau dia datang mengucapkan selamat ulang tahun dan memberikan hadiah.
hadiah yang sangat mengejutkan, sebuah cincin yang cantik, aku sangat bahagia, belum berani bertanya tapi aku sangat senang. ingin berharap lebih tapi tau dia sudah memiliki kekasih.
suatu hari dia menceritakan masalah nya dengan kekasih nya, dia memilih memutuskan kekasihnya dengan beberapa pertimbangan, salah satunya karena kekasih nya sudah berani membentak dan menjawab dengan ketus pada saat ditanya oleh orang tua yang sangat disayanginya yaitu, ibunya. dan dia tidak bisa menerima hal tersebut.kekasihnya tidak terima hal itu dan mengatakan bahwa pasti ada orang ke 3 diantara mereka.
kami makin dekat karena saat ku tau mereka putus , tapi aku tetap menyarankan dia untuk mencoba kembali hubungan yang baru putus itu, secara mereka sudah ada niatan menikah, sudah menyiapkan tabungan bersama untuk biaya pernikahan akan tetapi katanya uangnya tidak pernah terkumpul, selalu ada pengeluaran dadakan, hal ini juga yang memicu pertengkaran diantara mereka. . mantan kekasihnya sudah mencurigai aku karena memang sempat dikenalkan,kalau dulu kami bertemu pasti kekasihnya akan memasang muka jutek tidak bersahabat mungkin dia takut aku merebut pacarnya, pada saat mereka berpisah kekasih nya bahkan pernah mencoba mendatangi rumah ku tapi aku tidak dirumah. Mereka sudah putus, tapi mantannya tetap berusaha untuk kembali mendapatkan perhatian dari keluarga nya, tapi usahanya sebenarnya sia sia saja. hanya saja tetap aku yang menurut nya sudah menyebabkan mereka putus. tapi yahhh masa bodo la yiauuuuuu. Setelah mereka putus aku baru mulai berani untuk sering keluar berdua untuk sekedar makan malam, nonton atau jalan ke mall, jika bertemu dengan teman temannya lebih baik menyingkir, karena mereka pro ke mantan secara mereka sudah berteman lama. hampir setiap hari dia akan main kerumahnya sebentar setelah pulang kerja, bener bener membuat aku semakin jatuh hati karena biasalah kalo wanita di sayang sayang akan mudah jatuh hati. dan papa juga senang dengan dia, padahal biasanya jika ada teman laki laki yang mendekati maka papa akan langsung pasang muka jutek dan seakan akan menunjukkan kalo dia kurang suka.. tapi dengan dia papa mau mengajak bicara, kadang kadang kalo dia datang malah langsung dibajak oleh papa, kasian juga si.