lahir dari keluarga yang mulanya keluarga yang biasa biasa saja malah bisa dikategorikan menengah ke bawah tapi tidak terlalu susah karena kami kekurangan tapi masih bersyukur karena memiliki tempat tinggal yang nyaman dan permanen untuk berteduh, kami 6 bersaudari dengan perbedaan umur yang cukup jauh..tapi kami selalu rukun, jika berselisih pendapat kami hanya akan bertengkar mulut tapi tidak lama karena kami terbiasa untuk berkumpul bersama. Dulu kami para anak anak papa tidak bisa bersosialisasi dengan yang namanya tetangga atau teman bahkan dengan saudara lain yang tidak kandung karena menurut papa itu suatu hal yang tidak bermanfaat hanya membuang buang waktu dan tenaga karena tidak ada yang murni mau bersahabat ..jika ada uang orang akan mendekati jika tidak ada uang semua akan menjauh dan berusaha tidak kenal..hal itu sering dialami papa. karena hal tersebut dia jadi melarang semua anak anaknya untuk bergaul. Hanya bisa bersekolah, di luar jam sekolah jangan harap bisa dengan mudah mendapatkan izinnya untuk keluar bermain, untuk acara di sekolah saja ditanya mendetail jika dirasa tidak perlu mana tidak akan di ijinkan, misalnya ada acara haiking dengan teman sekolah maka akan di katakan buat apa seperti orang bodoh saja, ada rumah ada kamar ada tempat tidur tapi memilih untuk tidur dialam terbuka didalam tenda ..seperti orang tidak punya rumah.. dulu sempat kesel karena tidak memiliki kesempatan untuk hal tersebut. tapi kami tidak menentang sama sekali karena walaupun papa tidak pernah main tangan dan jarang memarahi kami tapi semua anak anaknya segan dan takut sekali.. jadi jika papa sudah bersuara itu adalah mutlak..
jika ada acara seperti acara pergantian tahun kami tidak pernah merasakan berkumpul dengan saudara. tidak akan mendapat izin sudah seperti hidup sendiri tanpa ada orang lain.. mau main ke rumah teman tidak boleh teman boleh bermain kerumah kami, tapi semua teman kami takut juga dengan papa sama seperti kami. katanya papa orang yang menyeramkan padahal muka papa itu lumayan ganteng Lo... memang aneh
papa memiliki keahlian dalam pekerjaan kok
Papa bukan seorang karyawan kantoran yang punya jabatan ataupun pekerjaan sejenisnya, papa seorang wirausahawan, dia mempunyai banyak keahlian dan pada awal papa berkeluarga papa menjadi seorang teknisi mandiri alias tukang service elektronik. hampir semua elektronik papa sanggup memperbaiki nya bahkan dulu papa pernah merakit tv sendiri buat kami, dan membuat mixer raksasa buat ibunya alias nenek ku. dari cerita yang pernah ku tau, papa menguasai beberapa bahasa seperti Inggris dan bahasa China dengan bermacam dialek nya, dan ahli menggambar pula. ada rasa bangga pada diriku mengetahui papa ku seorang yang hebat dengan banyak keahlian.
Mama semenjak punya anak tidak bekerja karena menjadi ibu rumah tangga, paling mama membuat roti untuk dijual, mama juga sama seperti papa menguasai bahasa Inggris dan bahasa China. dan dulunya seorang apoteker. papa seorang yang tegas sampai sampai anak-anaknya semua segan dan takut walaupun papa tidak pernah main tangan dalam mendidik kami, sebenernya jarang pula memarahi kami tapi jika papa sudah bersuara maka itu artinya mutlak tidak bisa diganggu gugat.
tapi biar begitu entah mengapa aku tidak pernah bermasalah jika menginginkan sesuatu atau jika kakak atau adik ku ingin sesuatu pasti meminta aku yang maju untuk merayu papa, karena pasti dikabulkan, entah mengapa aku jadi kesayangan papa. kemana mana pasti diajak,
Menjadi anak kesayangan ada untungnya juga ada ruginya, menyenangkan jika semua yang kita minta bisa kita dapatkan tetapi jadi menyebalkan jika akhirnya harus selalu kita yang di panggil panggil hanya untuk urusan sepele..tapi aku memang tidak terlalu memusingkan hal tersebut walaupun kadang untuk makan siang saja papa maunya ada aku yang menemani tanpa mau tau apakah aku bisa atau tidak bisa. jika sakit maunya aku saja yang melayaninya buat makan buat minum obat. tapi itu lah papa sosok yang selalu aku idolakan.sampai papa hanya mempercayakan uangnya untuk aku yang mengatur supaya aku bisa tetap memenuhi tanggung jawab nya untuk menyekolahkan adik adik ku sampai ke tahap menyelesaikan jenjang sarjana. Papa is the best.
Mama juga seorang mama yang hebat, pada saat mama berpisah dengan papa, karena papa tipe pencemburu buta, entah mengapa papa menuduh mama mempunyai kekasih dan akhirnya mereka berpisah dan menjadi saling benci, mama semenjak berpisah memilih bekerja apa saja sampai mama memilih pergi ke luar negeri untuk bekerja sebagai pengasuh anak. tapi mama selalu ingat dengan kami anak anaknya. kebayang donkkk zaman dulu itu belum ada handphone untuk melakukan panggilan video call. dulu jika bisa telpon saja sudah amat sangat membantu, karena itu akan memakan biaya yang besar.