29. PELET (Terjebak Cinta Terlarang) Penulis : Lusia Sudarti Part 29 "Ayo naik, ntarku ceritain dikebun," ujarku mengambil tas bekalnya. Tanpa bantahan ia mengikutiku dari belakang dan naik keatas motor tuaku. "Kenapa terlambat May?" Sella langsung tancap gas ketika kami telah tiba diperkebunan. "Biasa kali Sell, Mak-Mak rempong. Itulah warga datangan sok-sok an membulli aku, yah kamu tau sendiri mulutku, nggak bisa ngerem kalau udah kesal." Aku menjelaskan sembari memarkir motor. "Eh Sell, ngomong-ngomong. Lakinya cakep lho, pingin tak gaet rasanya," aku tersenyum saat mengucapkan itu pada Sella. "Enggak usah ngadi-ngadi kamu May," kepalaku ditoyor olehnya. Aku tergelak melihat ekspresi Sella. "Bercandyaaa, bercandyaa. Emang aku doyan laki orang, apalagi bekas tuh Mak gempal," c

