Keseruan Aldrich terhenti karena seluruh orang yang ada di rumah tersebut mendekati mereka dan memandang aneh ke arah mereka berdua. Bukan tanpa alasan, mereka menatap aneh Aldrich, akan tetapi posisi Aldrich saat ini berada di atas meja, dia meliuk-liukkan tubuhnya untuk menghibur Azalea, para pelayan tidak berani keluar, mereka takut jika Tuan mereka marah jadi mereka lebih memilih berada di dalam, walaupun mendengar suara tuannya yang tertawa dan sebagainya. Aldrich menatap ke arah orang tuanya, kakek, kakek buyut dan teman-temannya, serta para asisten dari teman-temannya. Malu? Tentu saja karena posisinya saat ini tidaklah aman. Para asisten dari sahabat Aldrich segera berbalik dan menundukkan kepala. Begitu juga dengan Marco, dia tidak ingin tuannya marah kepada dirinya. Begitu ju

