Dua gadis yang bersitegang ini sontak menoleh dan tersentak begitu melihat keberadaan Gavin yang menatap dengan sorot penuh amarah. Melewati Naya yang sedang ternganga karena kaget, Gavin menarik paksa tangan Sandra dan memepet adiknya itu ke dinding. “Kekacauan apa lagi yang kamu lakukan Sandra?!” bentak Gavin sambil mengguncang kasar tubuh adiknya. Sandra meringis kesakitan. Cengkraman Gavin terasa begitu kuat di lengannya dan intimidasi Gavin yang tidak main-main membuat Sandra menciut ketakutan. “Auu.. sakit kak! Kenapa kakak jadi kasar gini?” jerit Sandra berusaha melepaskan cekalan Gavin. “Jadi kamu yang memaksa Naya pergi?” “Aku gak maksa siapa-siapa kak! Cewek sial*n itu sendiri yang memilih untuk pergi!” Tangan Gavin gemetar ingin menampar Sandra untuk kedua kalinya. Tapi ni

