“Apa maksud kamu mengirimkan video itu pada om Vin?” murka Asti. Gavin yang tengah menyetir dalam keadaan bingung semakin bingung. Sementara itu Naya masih menangis sambil memeluk papanya yang sedang tidak sadarkan diri. “Vi-video apa ma?” tanya Gavin. “Tante benar-benar kecewa sama kamu! Mulai hari kamu jauhi Naya!” Untung saja kalimat itu diucapkan saat mereka sudah berada di depan IGD. Kalau tidak, mobil itu mungkin sudah menabrak pohon karena pengemudinya sedang kalut. Rayhan langsung mendapatkan pertolongan. Dan tak lama ia sudah dipindahkan ke ruang perawatan. Untung saja, Naya sempat menyuapkan obat jantung sesaat sebelum Rayhan tak sadarkan diri. Dan itu terbukti membantu. “Kenapa mas kirim video itu pada papa? Maksudnya apa?” gurat kecewa terlukis jelas di wajah Naya. “Vide

