Bab 34. Rasanya Enak

1651 Kata

Keremangan di ruangan itu membuat sekujur tubuh Naya ikut meremang. Bukan karena takut, tapi karena terlalu b*******h! Ia sudah menahan ini seharian tadi. Dan ternyata Gavin pun juga begitu. Mereka berdua sama-sama menginginkan sentuhan lebih. Suara kecupan dan erangan kecil memenuhi ruang terbuka itu. Mereka masih belum beranjak dari balik pintu. Gavin langsung menerkam Naya saat pintu baru saja terbuka. Dan kini sudah hampir sepuluh menit mereka berciuman dalam gelap. “M-mas.. gelap! Aku sesak..” lirih Naya disela ciuman itu. Gavin menggendong Naya ala koala dan berjalan perlahan ke saklar lampu, tentu saja tanpa melepaskan ciuman. Ctak! Ruangan itu langsung terang benderang. Terpampang jelas wajah keduanya yang kini memerah karena hasrat yang sedang menggila. Entah setan apa yang s

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN