Flashback on.. “Papa, Naya mau cuti kuliah!” Ucapan Naya sukses membuat Rayhan menghentikan suapannya di udara. Ia saling berpandangan dengan Asti yang juga menganga dibuatnya. Dengan wajah kusut dan mata sembab Naya menuruni tangga dan duduk bersandar di bahu ibunya. “Naya gak konsen kuliah semester ini. Setelah Lian meninggal, dan sekarang putus sama mas Gavin.. kayanya Naya harus buang sial dulu!” “Apaa? Kamu putus dari Gavin?” pekik Asti syok. “Kenapa bisa putus? Kemaren masih akur-akur aja, bahkan pergi party bareng..” Naya tertunduk, ia kembali sedih mengingat hal bej*t apa yang sudah dilakukan Gavin cs di party itu. Tapi Naya tidak mungkin mengadukan itu kepada orangtuanya. Papanya yang punya penyakit jantung bisa mati mendadak kalau sampai video sial*n itu disebar Sandra. “

