“Saya bisa suruh Remon mengantarkan cincin yang kamu kembalikan dulu.” Gavin masih berusaha menggoyahkan pertahanan Naya. Naya mencibir, “Mas Gavin harus berusaha lebih untuk mendapatkan tempat mas kembali!” “Ya, baiklah..” Gavin tersenyum tipis. Perjuangan mendapatkan cinta memang tidak akan semudah ini. Setelah itu mereka menghabiskan sisa petang dengan makan dan mengobrol ringan di pinggir telaga. Gavin memberi Naya kesempatan untuk sendiri. Gadisnya itu pasti butuh waktu untuk merenung. Ia membiarkan Naya duduk sendiri di ayunan gantung. Sementara Gavin sendiri memilih menyelesaikan pekerjaannya yang terbengkalai di laptop yang selalu dibawanya kemana-mana belakangan ini. “Naya, kita balik?” Gavin menghampiri Naya yang sudah cukup lama sendiri. Ternyata gadis itu sudah tertidur sa

