Bab 18 – Lamaran Dari Pria Lain

2921 Kata

“Kenapa kita nggak kerja sama aja? Dengan begitu aku bisa sama Ais dan Kakak bisa sama Sheril setelah mereka cerai.” Dara mengulurkan tangannya, memberikan tawaran kepada Mahen. Mahen diayun bimbang. Tangan putih kurus yang mengambang di udara itu mengundang untuk dijabat sebagai tanda setuju atas kerja sama mereka. Mahen menarik napas dalam-dalam. Memantapkan jawaban. “Apa kamu tahu….” Dara terkesiap saat Mahen tiba-tiba memajukan tubuhnya ke depan, mengikis jarak antara dia dan dirinya. “Ka-Kakak!” Dara mulai panik. Tangannya yang semula terulur kini berganti menekan bahu Mahen supaya Mahen tidak maju terus. Dara ingin mundur lagi tapi tidak bisa, punggungnya sudah menempel erat pada tembok yang berada di belakangnya. Kenapa Mahen tiba-tiba bersikap seperti ini? Tidak mungkin, ka

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN