“Apa kabar, Kakak?” Dari suara tamu yang datang, sepertinya Mahen mengenal siapa orang tersebut. Ketika Mahen menengok ke belakang, seketika matanya pun membola. Tidak salah lagi. Orang tersebut tak lain adalah Dara. Kenapa dia bisa ada di sini? *** Mahen dan Dara duduk berhadap-hadapan. Meja kayu oak menjadi penengah antara keduanya. Mahen menatap lurus-lurus ke arah Dara yang saat ini sedang mengamati ke sekitar. Matanya meneliti satu per satu benda apa saja yang berada di sini sembari berkata, “Kadang aku berpikir kalau Kakak punya kelainan OCD. Soalnya dari dulu Kakak selalu rapi.” “Berhenti manggil aku Kakak! Aku anak tunggal dan aku nggak pernah punya adik kayak kamu,” jawab Mahen ketus. “Ternyata Kakak masih dingin, ya, sama aku.” Meskipun begitu, sebenarnya ada banyak hal

