Scheming

1249 Kata
Yakira Adamina's POV Aku berniat akan membalas semua perbuatan yang dilakukan Jeslyn padaku, aku akan membuat kulit putihnya terbakar dan membuat wajah cantiknya hancur. Tidak peduli akan jadi seperti apa kedepannya yang penting dendamku terbalaskan. Tok..tok..tok... aku mengetuk pintu kamar Jeslyn dengan perlahan. "Ya, masuk saja!" Ucap Jeslyn. "Hai Jeslyn!" Sapaku. Wajah Jeslyn berubah menjadi tidak enak ketika melihat keadaanku yang penuh luka. "Yakira, maafkan perbuatanku kemarin padamu." Ucapnya menyesal. "Tenang saja, justru aku yang mau minta maaf padamu." Ucapku. "Tapi untuk apa?" Tanya Jeslyn dengan wajah heran. "Sikapku tidak baik selama ini padamu." Jawabku sambil menunduk. "Sudahlah lupakan saja. Aku menerima sikapmu padaku." Ucapnya. "Aku ingin mengajakmu ke hutan akhir pekan kita jalan-jalan disana." Ajakku. "Tetapi kenapa dihutan?" Tanya Jeslyn. "E..eh.. emmm... aku menyukai alam, kau ingat aku duduk di taman ketika kita pertama kali bertemu." Ucapku. "Oh.. iya aku ingat." Jawab Jeslyn sambil mengangguk. "Baiklah nanti aku akan ke kamarmu ketika akhir pekan." Ucapku sambil. Aku berniat ingin membuat sedikit air mantra agar Jeslyn melemah ketika kuserang. Aku akan ke perpustakaan untuk mencari buku tentang resep berbagai mantra. Baiklah, dimana bukunya. Ruangan ini begitu besar, aku akan mencari dari bagian kanan depan terlebih dahulu. Ketika aku sedang mencari buku, seorang laki-laki yang sudah cukup tua, berkacamata, dan sedikit bungkuk menghampiriku dan bertanya. "Apa yang kau cari?" Tanya pria itu. Sontak aku kaget dan menoleh kebelakang. "Aku sedang mencari buku ramuan, dimana bisa aku temukan?” Tanyaku. "Ikuti aku!" Ajaknya. Aku hanya mengangguk dan mengikutinya. Setelah cukup lama kami berjalan akhirnya kami temukan buku itu. Ya, buku itu ada dibagian kiri belakang perpustakaan. Sebelum pria itu meninggalkanku, aku bertanya padanya. "Terima kasih. Dan siapa kau?" Tanyaku. "Perkenalkan aku Lord Alexander. Aku adalah penjaga perpustakaan angkatan ke-5." Ucapnya sambil tersenyum. "Wah aku saja angkatan ke-12. Berapa umurmu?" Tanyaku. "Aku berumur 97 tahun, sebenarnya aku sudah sangat lama lulus, tetapi aku meminta agar aku tetap bisa tinggal disini." Jelasnya padaku. "Lalu bagaimana? Kenapa kau bisa tetap tinggal?" Tanyaku heran. "Aku memohon untuk menjadi penjaga perpustakaan." Ucapnya sambil terkekeh. "Oh." Jawabku singkat. Mengapa aku malah mengobrol dengan orang tua ini? seharusnya aku sudah mulai meramu. Baiklah akan kucari mantra apa yang kuperlukan. "Mantra blueistyiek akan menyebabkan seseorang melemah pada saat penyerangan." Baiklah mantra ini yang aku butuhkan, aku membaca halaman pertama dari mantra blueistyeik yang berisi tentang penjelasan efek samping dan bahayanya. Mantra ini bersifat sementara dan tidak permanen, baik ini sempurna! Halaman selanjutnya berisi tentang cara meraciknya. Baiklah aku akan segera meraciknya. Waktu yang tepat saat ini cuaca cerah dan suhu udaranya cukup hangat, ini adalah saat-saat kekuatanku meningkat. Tok..tok..tok... "Jeslyn, apa kau sudah siap?" Tanyaku dari luar. "Iya sudah, sebentar lagi aku keluar." Ucapnya dari dalam. Aku menunggu didepan kamarnya dan tidak sabar untuk menjalankan rencanaku ini. *** Sesampainya kami dihutan, aku langsung menarik tangannya ke tengah hutan. "Yakira, mau kemana kita?" Tanya Jeslyn. "Kau bisa diam?! Ikuti saja aku." Ucapku. "Tapi kenapa harus ke tengah hutan?" Tanya Jeslyn. "Agar aku bisa mendapatkan suasana yang tenang." Ucapku sambil tersenyum sinis. Tanpa berlama-lama kami sampai di tengah hutan dan langsung saja aku mengeluarkan botol berisi air ramuan itu dan langsung kusiramkan ke tubuh Jeslyn. "Apa yang kau lakukan?!" Tanya Jeslyn. "Rasakan dan nikmati saja!" Ucapku sambil tertawa. "Kenapa tubuhku melemah?" Tanya Jeslyn. Tanpa menjawab sontak aku mengeluarkan api biru dari energiku yang paling dalam dan api itu langsung menyambar ke tubuh Jeslyn. Dia jatuh dan semakin melemah. "Kenapa kau diam? Ayo gunakan seluruh elemen yang kau punya!" Aku berkata sambil kembali menyerangnya berkali-kali hingga banyak luka ditubuhnya. Ketika ia hampir pingsan aku mengeluarkan energi sepenuhnya dari dalam diriku dan aku kembali mengeluarkan bola api biru tetapi lebih besar dari sebelumnya. Saat bola api itu melesat kearah wajahnya tiba-tiba entah mengapa bola api itu menghilang begitu saja dan muncul sosok seorang pria tampan dari balik pohon. "Siapa kau?!" Aku bertanya sambil mengerutkan dahiku. "Aku adalah Barack Chatura Berney yang berarti halilintar yang pandai dan kuat, bola apimu itu hilang terhisap kekuatanku." Ucap pria itu. "Lancang sekali kau! Aku tidak punya urusan denganmu!" Ucapku. "Tapi kau berbuat kejahatan diwilayahku! Jadi ini termasuk urusanku. Lagi pula, mengapa kau menyakiti wanita ini?" Tanya pria yang bernama Barack ini. "Kau lihat luka ditubuhku? Dialah penyebab luka ini!" Ucapku. "Tapi mengapa gadis ini menyakitimu?" Tanya Barack. Tiba-tiba Jeslyn menjawab pertanyaan pria tadi. "Aku tidak bermaksud menyakitinya." Kata Jeslyn lemah. "Aku tidak menyadari apa yang terjadi waktu itu." Lanjutnya. "Bohong!" Kataku sambil mengeluarkan bola api dan terus menyerang Jeslyn, tetapi pria tampan itu mengeluarkan kekuatan yang tidak pernah kulihat. Dia mengeluarkan cambuk yang terbuat dari halilintar, apa elemen Barack adalah halilintar? Bukankah elemen itu tidak nyata? Dia melayangkan cambuknya itu kearahku dan mengenai tanganku dan langsung terasa pedih dan panas. "Argghh!!" Jeritku, mata pria itu menyala seperti warna kilat. Dia terus mencabukku sampai aku tidak kuat lagi menahannya. "Hentikan..!" Teriak Jeslyn dengan lemah. Apa Jeslyn menolongku? Mengapa dia tidak membiarkanku mati? Mendengar suara Jeslyn pria itu berhenti dan berpaling menolongnya. Dengan kesempatan ini, aku langsung melarikan diri keluar dari hutan dan kembali ke sekolah. *** Author's POV Jeslyn yang saat itu terlalu lemah dibawa oleh pria itu ke sebuah istana dan pria itu langsung sigap mengobatinya. Lama-kelamaan Jeslyn tidak sadarkan diri. Ketika Jeslyn sadarkan diri ia bertanya-tanya dimana sebenarnya keberadaannya. Seorang pria tampan yang tidak salah lagi adalah pria yang membantunya tadi menghampirinya dan bertanya. "Bagaimana keadaanmu?" Tanya pria itu. "Aku sudah merasa lebih baik, mengapa luka ditubuhku sudah hilang?" Tanya Jeslyn. "Hahaha dengan sedikit mantra." Ucap pria tadi. "Mantra?.. Hah, abaikan aku mengucapkan terima kasih banyak padamu." Ucap Jeslyn sambil menundukkan kepalanya. "Tenang saja yang penting sekarang kau sudah membaik." Ucap pria itu sambil tersenyum. Lama mereka mengobrol dan Jeslyn tersadar bahwa ia harus kembali ke sekolahnya. Sebelum ia kembali ke sekolah, pria itu melontarkan satu pertanyaan padanya. "Hei, siapa namamu?" Tanya pria itu. Jeslyn membalik dan langsung berkata. "Earth Jeslyn Marioline yang berarti bumi yang diberkahi oleh kekayaan dan kecantikan bintang lautan." Ucap Jeslyn. Pria itu membalasnya dengan senyuman. Tepat pukul 5 sore Jeslyn kembali kesekolahnya dan saat itu ia langsung kembali ke kamarnya dan mandi, suara seseorang terdengar memanggilnya. Suara itu adalah suara Balerina. "Jeslyn apa kau ada didalam?" Teriaknya dari luar. "Ya aku didalam masuk saja!" Ucap Jeslyn. "Jeslyn ayo kita ke aula sekarang! Kepala sekolah mengumpulkan seluruh siswa disana katanya akan ada pengumuman." Ucap Balerina. "Baiklah." Jawab Jeslyn singkat. Saat ini semua anak sudah berkumpul di aula sekolah. "Selamat sore anak-anak!" Sapa wanita itu kepada semua siswa. "Sore.." Jawab siswa serempak "Aku akan memberi tahu kepada kalian semua bahwa sekolah kita akan mengadakan garden party besok pastikan kalian menggunakan gaun untuk para wanita dan jas untuk para pria." Jelasnya. "Baik bu!" Jawab para siswa. "Baiklah sekarang kalian boleh kembali untuk bersiap-siap makan malam." Ucap wanita itu. *** Earth Jeslyn Marioline POV Pesta besok aku akan mengenakan gaun yang kubawa dari rumah gaun berlengan panjang dan berwarna biru akan cocok dengan rambutku yang berwarna pirang dan bergelombang di bagian bawah, sentuhan warna biru menghiasi rambutku. Banyak orang yang menyangka bahwa rambutku ini dicat, tetapi ayah bilang rambutku ini dihasilkan oleh elemen dalam diriku. Aku berjalan kearah ruang makan sekolah yang sangat luas dan berdinding keemasan dibagian gagang pintunya berhiaskan berlian dan permata, sungguh sangat indah ruangan ini. Makan malam kali ini kami mendapat menu pembuka yaitu salad buah, menu utama steak, dan penutupnya chesee cake yang sangat lembut. Sempurna.. Makan malam selesai dan aku kembali kekamar untuk tidur, aku tidak mau ketika pesta besok wajahku terlihat mengantuk. Aku ingin terlihat fresh dan semangat.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN