Dian Respati bergegas menuju kantor sang suami guna membahas tentang masa lalunya yang berhasil diselidiki tersebut. Wanita itu tampak kecewa dan sedih atas kenyataan pahit dari penyelidikan menyangkut masa lalu Rendra Respati. Masih tak menyangka jika pria itu masih mencintai wanita lain yang sudah meninggal hingga membalas dendam. Seolah-olah rasa cinta serta percaya yang sudah Dian berikan padanya tak berarti. Dian sakit hati tentang itu. Wanita paruh baya yang tetap anggun dan awet muda itu segera menghampiri ruang kerja suaminya. Berbicara dengan sekretarisnya dulu. “Vera, apa suamiku ada di ruang kerjanya?” tanya Dian pada sekretaris Rendra. “Iya, Bu. Pak Rendra ada di dalam ruangan,” jawab sang sekretaris. Dian menghela napas. “Ya sudah, aku masuk ruangan Pak Rendra. Tolong

