Hari yang ditunggu-tunggu oleh Dian Respati pun tiba. Siang ini wanita paruh baya tersebut hendak bertemu dengan detektif yang disewanya guna mengungkap masa lalu suaminya. Sebelum bertemu dengan sang detektif, Dian sempat sarapan bertiga dengan suaminya dan Arman di ruang makan rumah mereka. Bercengkerama sejenak saat jam makan pagi berlangsung. “Pa, sampai kapan Papa sibuk hingga tak bisa menjenguk cucu kita, Bama? Papa belum melihatnya sama sekali kan?” tanya Dian di sela-sela sarapan. Rendra hanya berdecak tanpa mengeluarkan sepatah kata pun. Sibuk mengunyah makanannya, sedangkan Arman yang tengah bersama kedua orang tuanya ikut menimpali. “Aku juga belum sempat melihat keponakan kesayanganku, nanti deh setelah pulang kerja aku mau ke rumah Ara. Apa Papa mau ikut ke sana bersama

