93. Dipaksa Bercerai

1843 Kata

Dian beserta anak laki-lakinya, Arman tiba di RSUD Kebayoran Baru Jakarta Selatan tak lama setelah berangkat dari kediamannya di Permata Hijau. Mereka berdua bergegas menuju kamar pasien agar bisa cepat melihat sang cucu pertama dari Dian dan Rendra, meski sang kakek masih belum berkenan melihat Arhan Bamara Gandawasa yang sudah lahir ke dunia. Sesampainya di kamar rumah sakit, Dian lekas menghampiri putri kesayangannya yang tengah menggendong dan menyusui Bama. Sedangkan Bara Gandawasa menemani istrinya di kamar sambil duduk memainkan ponsel. “Mama,” panggil Amara ketika melihat kedatangan sang ibu di hari yang sudah menginjak sore. Bara langsung melirik ke arah pintu yang terdapat sosok ibu mertua dan kakak iparnya telah datang. “Ara, apa kau baik-baik saja? Mama sudah nggak sabar

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN