"jaga ucapan mu dewi, gue bukan bocah cengeng yanghaus akan kasih sayang ya,
ini bukan drama melankonis yang alay ya" ucap sara dengan sewot, dan ingin memberi bohem mentah kepada dewi.
,
tapi dia tidak pernah sekesepian itu kok.
well bi narsih selalu memberikannya kasih sayang yang cukup kok, walau pun kadang dia merindukan kadih sayang kedua orang tuanya
"maaf sar, lagian loe gak curiga gitu sama mereka, kan loe sendirian yamg bilangbjika loe sama mereka baru saja berkenalan"
dewi masih berusaha menggagalkan rencana gila sara
"dewi bukanya gue udah bilang kalau ayahnya lagi sekarat gak cukup kah" keukeh sara pada pendirinya dan berfikir positif thingking.
"tapi sar....."
"cukup loe mau anterin gue atau enggak gue hampir telat nih, kalau gak mau ya udah gue jalan sendiri " sentak sara memotong ucapanya dengan kesal, dewi cerewet sekali sara jadi pusing.
"TIDAK TUNGGU Sar, gue akan ngantar loe,"
dewi berbicara dengan pikiran dia akan tetap menggagalkan rencana gila sara untuk menikah dengan orang yang tidak dia kenal...
"kalau begitu cepatlah gue hampir telat ini"
" ck iya... oh iya sar siapa si calon suami loe"
"hmmm,.... ah iya dia dari keluarga adipati kayaknya si gue sedikit lupa hehehehe"
dengan cengiran bodohnya
"APA ADIPATI" teriak dewi saat mendengar nama itu.
fix, besok sara harus ke ru.ah sakit untuk memeriksa telinganya yang berdengung...