ketiga

533 Kata
Dewi gadis dengan tubuh tinggi, tidak bisa berhentielamun duduk di teras depan rumahnya. Ditemani anjing kesayanganya, chesy yang bertanya-tanya ada apa denfan tuanya ini. Rencana untuk menggagalkan pernikahan gila Sara pupus sudah, ini memang tak semudah yang dia bayangkan setelah nama Adipati di ucapkan oleh Sara, memang ini sungguh tidak akan mudah. Tapi bukan nama Adipati yang membuat rencana suci yang dia susun menjadi gagal, tetapi seseorang yang berdiri di sampingnya selama pernikahan Sara berlangsung yang membuat gagal, dia membawa aura lain dari dalam tubuhnya, auranya terkesan ramah tetapi menekanmu secara bersamaan ada kekuasaan mutlak didalamnya. Dewi masi ingsn ketika dia memperkenalkan dirinya sebagai Yoga Adipati kakak dari Andra Adipati calon suami Sara. Nama yang mrmbuat Dewi merinding di dekatnya, Yoga tidak melakukan hal yang aneh kepada Dewi malahan dia terkesan ramah terhadapnya, memiliki senyum paling lebar di antara Adipati semuanya tetapi tetap saja Dewi tidak menyukainya, alarm di kepalanya berbunyi memperingati orang ini berbahaya. membuat Dewi hanya diam termangu menyaksikan pernikahan yang tergolong sangat singkat berlangsung itu. hufffttt Dewi menghela nafas lelah " aku hanya berharap semoga ini pilihan terbaik dalam hidupmu sara". Tidah ini bukan seperti yang Sara harapkan, kenapa jadi begini, fia hanya berfikir setelah dia menikah dengan bungsu Adipati , semua akan kembali seperti semula dia akan kembali ke kehidupanya dan papa mertuanya dapat beristirahat dengan tenang, dan dia akan menjadi pahlawan di keluarga Adipati, terdengar sangat menyenangkan mendengar kau disebut pahlawan bukan? tapi......tapi...... sekarang kenapa dia harus serumah dengan pemuda berwajah datar sekaligus suaminya ini. tidak Sara tidak salah ingat, mama mertuanya hanya mengatakan Sara hanya perlu menikah dengan anaknya saja . Sekarang Sara sudah menikah dengan anaknya, Andra Adipati yang Sara akui tidah seburuk yang ada di pikiranya, malah terlihat sangat tampan dari bayanganya, sangat. Membuat terselib sebuah pertanyaan di otak kecilnya, kenapa pemuda tampan ini tidak laku, apa karena wajah datarnya yang tidak menunjukkan senyum sama sekali itu ya sungguh ini menjadi misteri bagi Sara dan berjanji akan menyelidikinya nanti. Yang dia pikirkan sekarang kenapa harus serumah, seatap, setempat tidur, dan se semuanya yang harus dibagi berdua, sungguh menyebalkan. Sara biasa menguasai semuanya sendirian, apapun itu, yah karena dia selama ini sendirian, hey jangan berpikir bahwa selama ini Sara kesepian , buktinya dia bahagia kok dengan kehidupanya sekarang ini, semua barang miliknya tanpa harus berbagi tapi sekarang lihat dia harus berbagi. Wow sepertinya Sara memiliki obsesi yersendiri terhadap sebuah kepemilikan sendiri, Kita lihat apakah itu akan berguns nanti, Tapi tunggu Tunggu ada yang ganjil disini, se-tempat tidur?, reflek dengan kecepatan cahaya ( okeyinilebay) Sara melihat tempat tidur kosong dengan sprai putih polos, bersih dan nyaman untuk kita tiduri itu dengan mata yang mendelik horor. se-tempat tidur Oo.....keyyy ",,,,,,,,,," ",,,,,,,,," AAKKKKKHHHH Tiba-tiba Sara berteriak hosteris menggelengkan kepanya kuat dengan muka memerah hebat dan tangan yang menyilang di depan d**a srolah melindungi diri dari suatu hal. Ingatan Sara kembali pada saat di koridor rumah sakit, saat pertemuan pertamanya dengan mama mertuanya, dimana saat itu mama mertuanya bercerota tentang suaminya yang sekarat dan keinginan suaminya untuk melihat putra bungsunya menikah, agar tidak menjadi perjaka tua. Sara masi ingat jelas dengan cerita yang banyak mengurai air matanya itu, cerita yang berjudul -tidak ingin putra bungsunya menjadi perjaka tua-. Perjaka tua?
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN